Kemudahan dan Kebebasan yang Tak Perlu Ditawar Lagi (D-30)

Siapa yang ingin hidup senang tanpa beban? Bisa dipastikan pasti semua orang akan mengangkat tangannya setinggi-tingginya, berharap impian itu memang bisa benar-benar terwujud.

Sedangkan, jika ditanyakan siapa yang ingin hidup penuh cobaan yang tiada henti-hentinya, aku yakin pasti hampir tidak ada yang ingin hidup demikian.

Manusia itu secara naluriah ingin menjalani hidup tanpa beban, tanpa rintangan, dan tanpa kesedihan yang menghilangkan ketenangan hati. Hal ini sudah merupakan fitrah dari manusia. Sehingga pada akhirnya, banyak orang yang terlalu memuja kebebasan hidupnya yang berlebihan. Mereka semua melakukannya semata-mata hanya ingin kebebasan, namun tidak didasari dengan jalan yang benar.

Kebebasan dalam hidup memang keinginan setiap manusia. Namun, jika kebebasan itu dilakukan di luar jalur atau melebihi batas, tentu justru akan semakin membuatnya menjadi lebih menderita.

Bagaimanapun, kita hidup dalam aturan. Manusia diciptakan untuk tujuan tertentu. Walau diciptakan demi suatu tujuan, tetapi manusia juga diberikan keleluasan atau kebebasan. Kebebasan yang dimaksud disini adalah kemudahan untuk melakukan berbagai aktivitas dan kegiatan positif lain yang masih berada di dalam koridor.

Batasan ini dibuat bukan untuk membatasi kebebasan manusia, tetapi justru untuk melindunginya. Seandainya batasan itu tidak ada, maka hal-hal yang berlebihan akan dilakukan manusia tanpa batas. Sesuatu yang berlebihan itu pasti akan membahayakan diri yang melakukan, karena akan timbul rasa ketidakpuasan, bahkan serakah yang mengakibatkan dirinya tidak akan pernah tenang untuk melakukan segala hal, seolah pasti ada saja yang kurang.

Allah Subhanahu wa Ta’ala sudah memberikan kepada kita banyak kemudahan dalam hidup. Kemudahan-kemudahan ini sengaja Allah berikan kepada kita karena Dia tahu bahwa manusia itu pasti ingin sesuatu yang lebih.

Salah satu kemudahan yang Allah berikan adalah mengenai pernikahan. Allah memberikan manusia hawa nafsu sebagai karunia maupun ujian baginya. Hawa nafsu sebagai fitrah jika manusia mampu menempatkannya dalam koridor yang dianjurkan, sementara hawa nafsu sebagai ujian atau musibah jika ia tidak menempatkannya pada tempat yang semestinya.

Karena Allah sayang kepada makhluk-Nya, maka Dia mempermudah makhluk-Nya untuk menikah, bahkan mensyariatkannya. Menikah itu tidaklah terlalu sulit, yaitu hanya diperlukan syarat berupa wali dan mahar, selama calon yang dituju bersedia.

Namun sayangnya, seringkali kemudahan yang sudah Allah berikan ini masih saja ‘dipermudah’ oleh orang-orang yang tak mengerti akan rasa syukur atas nikmat pemberian Allah. Banyak orang yang masih ingin menikmati ‘karunia’ tersebut menggunakan jalan pintas yang berada di luar batas yang sudah ditentukan.

Walhasil, bukannya karunia yang kita raih, tetapi azab yang sangat pedih yang akan melanda sang pelaku jalan pintas. Kita perlu ingat, karunia itu diciptakan sebagai buah hasil dari kesungguhan kita dalam mengabdi dan beribadah penuh kepada Allah. Jika kita masih belum dan enggan untuk beribadah kepada-Nya dengan menjalankan perintah dan aturan-aturan dalam koridor yang sudah ditentukan, maka jangan harap kita akan memperoleh nikmat-Nya dengan mudah, bahkan kita ‘permudah’ sendiri, naudzubillah.

Iklan

Seni Tari Barongan Ala Cepu Blora (D-29)

Barongan, atau Seni Barong, adalah salah satu kebudayaan yang ada di Jawa Tengah. Namun, pada kenyataannya, seni ini paling banyak atau paling sering dipentaskan dan dipopulerkan di wilayah Kabupaten Blora.

Kesenian ini masih terasa sangat kental di lingkungan masyarakat, termasuk salah satunya di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora. Barongan ini hampir sering kita temui pada setiap pentas atau acara adat yang diselenggarakan, seperti acara pentas kerakyatan maupun acara tradisi tahunan.

Barongan dalam kesenian barongan adalah suatu model atau karakter yang berwujud menyerupai Singo Barong atau Singa besar sebagai penguasa hutan angker dan sangat buas. Barongan ini punya kisah tersendiri. Dalam cerita barongan ini, tokoh Singobarong disebut juga dengan nama GEMBONG AMIJOYO, yaitu manusia yang dapat berwujud menjadi harimau besar yang berkuasa.

Seni Barongan adalah seni tari yang dilakukan secara berkelompok dengan berbagai tokoh pemeran dalam kisah barongan itu sendiri. Tarian ini juga sekaligus menggambarkan tentang keperkasaan dan kebuasan dari Barong itu sendiri. Seorang penari tokoh Barong itu menari dengan sangat lincah dan buas ibarat sedang marah dalam keganasannya.

Tokoh-tokoh lain yang juga ikut andil dalam tarian namun tidak terlalu dominan yaitu Bujangganong alias Pujonggo Anom, Joko Lodro alias Gendruwo dan Pasukan berkuda yaitu Noyontoko dan Untub.

Tarian ini juga dilengkapi dengan alunan musik selama pertunjukan berlangsung. Instrumen yang biasa digunakan untuk mengiringi tarian ini adalah Kendang, Gedhuk, Bonang, Saron, Demung dan Kempul.

Kisah seni tari ini mengambil cerita tentang Prabu Klana dari Kabupaten Bantarangin yang jatuh cinta dengan Putri Kerajaan Kediri. Kemudian ia mengutus anak buahnya untuk meminang Putri Raja tersebut. Namun, mereka dihadang oleh Singo Barong di hutan perbatasan, sehingga pasukan dikalahkan dan kembali ke markas.

Di saat yang sama, seorang Raden Panji dari Jenggala pun ingin meminang Putri tersebut, maka ia juga mengutus timnya untuk pergi kesana. Pada saat sampai di perbatasan, mereka pun dihalang dan dikalahkan oleh Singo Barong, sehingga mereka pun kembali ke markas.

Alhasil, kedua Raja tersebut berniat untuk mendatangi sendiri. Ketika Prabu Klana sampai terlebih dahulu ke hutan, ia bertemu dengan Singo Barong. Namun, dengan pedangnya ia berhasil mengalahkan Barong hingga Barong tersebut menjadi pengikutnya.

Ketika di perjalanan menuju ke Kerajaan Kediri, Prabu ini dihalau oleh Raden Panji, sehingga peperangan sengit tak dapat terelakkan. Dalam peperangan itu, Raden Panji memenangkan pertempuran. Akibatnya, Prabu Klana terbunuh, sedangkan Singo Barong yang buas itu tunduk terhadap Raden Panji.

Setelah itu, rombongan yang dipimpin Raden Panji melanjutkan perjalanan guna melamar Putri tersebut yang bernama Dewi Sekartaji. Suasana arak-arakan yang dipimpin oleh Singo Barong inilah yang menjadi latar belakang keberadaan kesenian Barongan.

Mengakrabkan Diri dengan Masalah (D-28)

Setiap penyakit pasti ada penawarnya. Setiap kebuntuan pasti ada jalan keluarnya. Begitulah hidup ini diciptakan, bahwa setiap masalah pasti akan ada solusinya, PASTI.

Masalah itu hampir tidak disukai orang. Sisanya, tidak ingin mereka mendapatkan masalah itu datang kepadanya. Mungkin karena mereka sudah terlalu sering dilanda berbagai masalah sehingga merasa jera dengan setiap masalah yang akan datang.

Padahal, kita sudah sangat sering sekali mendengar, bahwa setiap masalah pasti ada solusinya. Tapi, kenapa rasanya kalimat itu seolah hanyalah sebuah bacaan yang membosankan, atau sekadar kalimat penghias sosial media saja?

Bukan itu! Kalimat itu sebenarnya adalah kalimat sindiran terhadapmu!

Kamu sudah seringkali disuguhkan dengan kalimat yang amat menenangkan tersebut di sosial mediamu. Tujuan itu bukan hanya sekadar meraih jempol dan senyum kecilmu semata. Kalimat itu sengaja sering hadir di pandanganmu agar kamu memahami apa makna sebenarnya dari kalimat itu.

Ia ingin agar kamu meresapi makna kalimat tersebut, dibaca dengan sepenuh hati, lalu mencoba untuk direfleksikan di realita, SETIAP MASALAH PASTI ADA SOLUSINYA.

Kalau kamu sudah memaknainya dengan sepenuh hati, berarti kamu telah berhasil melewati tahap pertama dari 3 tahap.

Tahap yang kedua adalah, kita harus tahu bahwa tidak selamanya solusi itu sesuai dengan gambaran yang kita bayangkan. Maksudnya, tidak semua solusi dari jawaban kita sesuai dengan perkiraan kita. Bisa saja solusi itu justru muncul saat dirimu diberi cobaan baru. Ketika cobaan yang baru itu datang, kita tentu lebih dituntut untuk sabar dan tegar. Dari titik itulah, solusi itu datang, karena bisa saja mungkin solusi dari masalahmu itu akan datang jika kamu bisa sabar dan tegar. Sehingga kamu bisa mencari jalan keluarnya dengan pikiran yang sangat tenang saat di kondisi tersebut.

Jika tahap pertama dan kedua sudah dilaksanakan, kamu pasti akan merasakan efek positif dalam menghadapi permasalahan yang kamu punya, dan kamu sudah hampir bisa menyelesaikan setiap masalah yang datang. Lalu apa lagi tahap ketiganya?

Tahap ketiga, yaitu kekonsistenan diri dalam menghadapi setiap masalah. Kamu mungkin sudah berhasil menyelesaikan banyak masalah dengan berbagai jenis masalah tentunya. Ketika ada datang masalah yang seolah jauh lebih besar dan berat untuk diselesaikan, terkadang keyakinan kita mulai goyah kembali, dan merasa bahwa mungkin sampai sini sajalah kemampuan kita untuk menyelesaikan masalah, hingga akhirnya kita kembali down dan tak berani mendongakkan wajah kita kepadanya.

Jangan sampai kita seperti ini. Jika di lapangan kamu merasakan kondisi seperti di tahap 3 ini, bahwa kamu beranggapan masalah yang ini adalah masalah terberatku yang tidak mungkin bisa aku selesaikan sendiri, segeralah kamu mengingat kembali kalimat yang masyhur tadi. SETIAP MASALAH PASTI ADA SOLUSINYA.

Mau kecil atau besar, bahkan jauh berkali lipat lebih besar masalahnya dari masalah sebelumnya, janganlah kamu langsung patah semangat, optimislah. Yakinlah dan mohonlah pertolongan kepada Allah dengan bersungguh-sungguh untuk diberikan pundak yang kuat agar kita dapat memanggul segala masalah yang datang dengan gigih dengan berikhtiar dan berdoa yang maksimal.

Ibarat perpecahan dalam pertemanan, kamu tidak akan pernah selesai berselisih dengannya sampai kamu memaafkan dirinya dan berusaha mengakrabkan diri walau ia masih ada rasa enggan untuk ikut mengakrabkan dirinya juga. Terserah ia mau berbuat apa kepada kita, yang jelas kita sudah menganggapnya sebagai teman dekat, sehingga jika ia merasa perlu sesuatu, dengan segera kita akan membantu memenuhi kebutuhannya dengan berbagai usaha dan pendekatan yang tulus hingga kebutuhannya terpenuhi dan permasalahannya terselesaikan.

Pemula Bisa Menikmati Rafting di Songa Adventure (D-27)

Sudahkah kamu mencoba arung jeram? Bagi para awam, arung jeram mungkin kedengarannya sangatlah menyeramkan. Pasti hal utama yang langsung terbenak di pikiranmu adalah bebatuan terjal dan arus yang deras yang sangat membahayakan para rafter. Kalau kamu berpikiran begitu, jawabannya kurang lebih sama dengan yang kamu pikirkan. Namun, yang membedakannya adalah bahwa arung jeram tidaklah berbahaya selama kamu mengikuti petunjuk dan aba-aba dari instruktur.

Selama kamu tidak berbuat yang aneh-aneh, seperti sengaja menggoyang-goyangkan kapal atau berdiri dan lompat-lompat di atas perahu selama perjalanan, maka pengalaman arung jeram ini akan menjadi sangat menyenangkan dan seru dengan nuansa alam yang luar biasa indah.

Arung jeram adalah salah satu jenis hiburan yang menantang. Selain itu, arung jeram bisa juga dijadikan sebagai alternatif bagi kamu-kamu yang mungkin sudah merasa bosan atau sudah terlalu sering berwisata ke tempat-tempat terbuka maupun wisata kuliner dan ingin mencoba jenis wisata baru yang lebih menantang dan seru.

Tidak ada salahnya kalau kamu ingin mencoba arung jeram atau rafting ini. Wisata dalam nuansa outbond pasti akan membawa kesan yang berbeda dari wisata biasanya, terutama jika dilakukan bersama orang banyak alias rombongan (keluarga atau teman sekolah).

Salah satu tempat rafting yang saya rekomendasikan adalah Songa Rafting alias Songa Adventure. Lokasi rafting ini berada di kawasan Probolinggo, Jawa Timur. Panjang sungai yang akan dilalui kurang lebih sekitar 10 km. Kalau dihitung-hitung, jaraknya mungkin terasa sangat panjang sekali. Namun, jika sudah meluncur di atas perahu karet, perjalanannya 10 km itu terasa sangat sebentar, karena kita benar-benar akan dimanjakan dengan suasana dan pemandangan yang indah, serta dirundung rasa penasaran dari setiap tantangan dan gelombang arus yang akan datang menghadang.

Rafting di Songa ini cocok untuk semua kalangan, termasuk para pemula yang belum pernah mencoba rafting (seperti saya). Untuk tarif, kita sudah bisa menikmati rafting ini mulai dari Rp259.000 per orang. Harga ini sebenarnya termasuk ke kategori murah, karena kita juga akan dihidangkan dengan pemandangan dan sawah yang hijau di daerah pedesaan selama perjalanan dari basecamp menuju sungai.

Songa Adventure memiliki basecamp yang terletak tidak terlalu jauh dari sungai. Di basecamp, kita bisa beristirahat, mandi, makan, dsb. Sebelum kita berangkat ke sungai, biasanya pemandu akan mengumpulkan kita terlebih dahulu di tengah lapangan untuk melakukan senam pagi dan permainan. Hal ini dilakukan sebagai pemanasan agar kondisi fisik dan mental kita sudah siap sebelum memulai rafting.

Selama perjalanan, kita akan dipandu dan dibimbing oleh instruktur yang berpengalaman, bahkan juga saat berada di atas perahu karet. Yang paling penting, sebelum rafting, kita harus mempersiapkan tubuh kita dalam keadaan sehat. Tidak apa-apa jika kamu tidak bisa berenang, karena kita akan dilengkapi dengan peralatan keamanan yang cukup memadai, seperti helm dan jaket pelampung.

Tidak ada alasan lagi bagi kamu untuk tidak mencoba wisata arung jeram yang seru ini. Selain dapat menikmati pemandangan indah yang membelalakkan mata, arung jeram juga dapat meningkatkan kemampuan kerja sama dalam tim serta menambah pengalaman baru dalam berwisata. Kamu juga dapat mengabadikan momen rafting seru yang belum tentu kebanyakan orang pernah mengalaminya.

Memahami Adalah Mata Pelajaran Tingkat Tinggi (D-26)

Sebagai siswa, secara tidak langsung kita dituntut bahkan dipaksa untuk belajar. Suka atau duka, setidaknya selama 12 tahun kita harus belajar, terlepas kamu ikhlas atau tidak.

Beruntung jika kamu ikhlas menjalankannya, maka ilmu yang kamu pelajari akan dengan mudah dan maksimal kamu terima dan pahami. Namun, amat sayang rasanya jika masih ada yang merasa tidak ridho untuk belajar, sehingga ilmu yang diserap sedikit bahkan bisa dikatakan hampir tidak berguna (bukan tidak ada) untuk kehidupannya. Walhasil, ia merasa seolah-olah ia telah menyia-nyiakan 12 tahun masa mudanya dari pagi hingga sore, ditambah lagi dengan jam kursus sore hanya untuk mengejar sesuatu yang sebenarnya tidak ia dapatkan dengan maksimal dan hati yang menerima.

Sekilas mungkin kita langsung menilai bahwa orang-orang itu memang enggan untuk belajar karena kesombongan dan kemalasan mereka. Walau dugaanmu hampir bisa dikatakan benar, tetapi tidaklah patut kita untuk melontarkan suatu pernyataan yang buruk kepada orang lain, terutama di saat kita yang sudah mengenyam berbagai pendidikan, seperti ilmu agama dan ilmu sosial.

Satu peristiwa bisa menyebabkan banyak sudut pandang dan berbagai penilaian, mulai dari pandangan yang positif penuh hikmah, hingga ke penilaian yang sinis penuh hina. Kita sudah mengetahui, hal-hal yang kita lakukan dengan menggunakan kacamata yang negatif dan keburukan, tidak akan pernah membawa dan menampakkan sedikitpun manfaat dan kebaikan yang direfleksikan dari kacamata tersebut.

Alangkah sangat luar biasa hebatnya kita, jika kita mulai saat ini mencoba hanya melihat segala sesuatu itu dari sisi kebaikan saja. Jika kamu sudah berhasil melakukannya, yakinlah, sesuatu yang sangat buruk yang ada di hadapanmu pun tentu kamu akan mampu mendapatkan sisi kebaikan dan hikmah yang bisa kita ambil.

Sekali Pempek, Tetaplah Pempek! (D-25)

Terlahir di daerah yang kaya akan tenggiri, pempek merupakan salah satu hidangan yang tidak boleh lepas atau absen dari makanan favorit warga Palembang, terutama bagi diriku ini.

Pempek terbuat dari adonan tepung terigu dan ikan. Cara makannya bervariasi, ada yang dengan cara diberi kuah dan ada juga yang dengan disiram cuka. Tapi mayoritas pempek dihidangkan bersama cuka pempek yang khas.

Cuka pempek bukanlah cuka biasa. Cuka atau cuko (bahasa Palembang dari cuka), yaitu sejenis saus berwarna gelap yang berbahan utama gula merah. Cuko ini pada umumnya memiliki cita rasa yang asam, manis, sedikit asin dan pedas dalam satu keadaan.

Semakin kental cuko-nya, maka semakin nikmat untuk dikonsumsi dengan pempek.

Orang Palembang sangat kreatif dalam membuat makanan, terutama dalam membuat makanan berbahan ikan tenggiri ini. Saking kreatifnya, jenis makanan ini banyak sekali macamnya.

Sebagai contoh, dari segi hidangannya, jenis pempek terbagi menjadi 3 kategori umum, yaitu:

  1. Bisa dikonsumsi dengan atau tanpa cuko, di antaranya adalah pempek kulit, pempek lenjer, pempek telor, pempek adaan, pempek tahu, pempek keriting, pempek pistel, dsb.
  2. Harus dikonsumsi dengan cuko, seperti pempek lenggang dan pempek kapal selam.
  3. Dikonsumsi dengan kuah udang dan campuran cuko (opsional), seperti pempek model dan tekwan.

Sebenarnya masih banyak lagi contoh makanan Palembang lain, seperti kemplang atau kerupuk ikan, burgo, laksan, celimpungan, lakso, dll. Namun sepertinya jari ini sudah tidak kuat lagi untuk menulis nama-nama makanan tersebut karena dapat membuat baper (bawaan laper) hehe.

Sebagai orang Palembang yang merantau, pempek merupakan salah satu alasan kuat mengapa diri ini selalu rindu kampung halaman dan ingin segera pulang kembali. Sebenarnya, hampir di tiap kota di luar Palembang sudah ada warung yang menjual makanan serupa.

Sayangnya, kebanyakan cita rasanya tidak sesuai dengan yang aslinya, hanya memiliki kesamaan dalam visual semata. Tapi ada juga di tempat-tempat tertentu yang memang rasanya hampir mendekati rasa aslinya, namun harganya bisa jauh lebih mahal. Walau begitu, menurut saya, sampai saat ini masih belum ada warung penjual pempek yang rasa pempeknya bisa senikmat di tempat asalnya.

Saya tidak bilang pempek itu hanya untuk lidah lokal saja. Saya bilang pempek itu nikmat, karena pempek itu memang nikmat apa adanya. Saya bangga terlahir di propinsi yang terkenal dengan kota pempek.

Bagi yang sudah pernah merasakannya, saya ingin mendengar pendapat dari anda (kalau bisa pempek yang asli dari kotanya). Bagi yang belum, segeralah mencoba. Tidak ada kata penyesalan jika anda membeli pempek. Yang saya khawatirkan, semoga anda tidak menyesal karena terlambat mencicipi cita rasa pempek yang dibalur dengan cuko belando yang dapat membuat mulut anda mencuat-cuat ini.

Sudahkah anda ngirup cuko hari ini?

Berani Menjadi Oportunis Positif (D-24)

Jiwa Siaga dan Berani

Dunia penuh dengan misteri. Kehidupan selalu berjalan silih-berganti. Angan-angan pun semakin menjadi-jadi. Namun tak ada yang mampu memprediksi dengan pasti.

Ombak biasa datang di saat cuaca yang buruk. Tapi seringkali kita lengah saat ia menerjang kita di kala tenang. Akibatnya pun tak tanggung-tanggung, semakin banyak orang yang mulai bergantungan dan mengandalkan selain dirinya dalam perlindungan.

Rasa was-was haruslah segera ditangani. Tak perlulah kita menunggu bencana dahsyat atau ujian hebat menghampiri dahulu, barulah kita menyelesaikan seabrek masalah kita. Hal itu sama saja seperti saat kita baru akan membuat sekoci di kapal yang akan karam.

TERLAMBAT.

Bagi para optimistis, tidak ada kata terlambat untuk melakukan segala sesuatu. Apalagi sesuatu yang akan dilakukan adalah mengenai hal kebaikan. Maka selambat apapun pasti masih lebih baik daripada tidak sama sekali.

Kita memang dituntut untuk beroptimis dalam segala hal. Tetapi kita juga perlu, bahkan harus berjiwa oportunis. Optimis akan muncul jika kita mampu membaca situasi dan telah memanfaatkan waktu serta peluang yang ada untuk bertindak.

Tidak ada istilah optimis jika diniatkan atau diinisiasi oleh perbuatan yang menyia-nyiakan. Hasil kerja di awal menentukan hasil akhirnya. Lain cerita jika kamu memang sudah mempersiapkannya dengan matang, namun hasil masih belum sesuai dengan harapan.

Di situlah keberanianmu mulai dipertaruhkan. Apakah kamu masih berani bertahan dalam memperjuangkan keidealanmu, atau kamu sudah menciut karena sudah merasa bahwa suatu hal ini hanyalah sia-sia belaka.

Optimis dan oportunis yang positif, namun tanpa keberanian, tidak akan mampu menghasilkan apa-apa. Sedangkan jika hanya mengandalkan keberanian saja, maka bisa-bisa justru keputusan yang kamu ambil akan lebih mendorongmu menuju jurang yang tiada dasarnya.